Tentang tvOne Anchor tvOne Hubungi tvOne

Anchor tvOne

Aryo Widiardi

Tersesat jalan tapi menyenangkan. Begitulah kira-kira pepatah yang pas buat Aryo Widiardi. Pria kelahiran Jakarta 28 Oktober 1977 itu, tidak menyangka bisa muncul di layar kaca sebagai presenter. Betapa tidak, sejak kecil cita-citanya bulat ingin menjadi tentara atau polisi.

Namun impian itu dikuburnya dalam-dalam, dan beralih cita-cita ingin menjadi psikolog. Lagi-lagi tidak kesampaian, karena akhirnya ia diterima di Fakultas Hukum Unika Atamajaya Jakarta. Meraih gelar Sarjana Hukum, bukannya menjadi hakim, jaksa atau pengacara, tapi justru menjadi staf marketing sebuah perusahaan swasta.

Menggeluti marketing juga tidak kerasan, sampai akhirnya menemukan dunia kerja yang mengasyikkannya, yakni sebagai reporter. Hobinya memegang kamera, menghantarkan Aryo menjadi seorang kameraman di Trans TV. Memulai karir dari bawah, Aryo lantas menjadi reporter dan presenter di Trans TV. Sejak 1 Februari 2008, pria yang sangat mencintai keluarga itu, bergabung dengan tvOne.

Liputan paling berkesan adalah ketika meliput Merapi meletus pada 2007. Aryo, yang gemar traveling itu, naik puncak hingga mendekati daerah berbahaya. Saking semangatnya meliput, Aryo tidak sadar ketika hujan abu turun. Cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan kesehatan Aryo memburuk dan akhirnya jatuh sakit, dan sempat dirawat di rumah tokoh spiritual dan sesepuh Merapi Mbah Maridjan, sebelum akhirnya dievakuasi ke Jakarta.

Kini Aryo, mantan demonstran 1998 itu, amat menikmati profesinya sebagai presenter (jurnalis). Cuma ada satu hal yang disesali Aryo, “saya tidak bisa memelihara jenggot lagi,” ujarnya tersenyum.